Oleh: Prasetyo Utomo

Sekitar 1.600 penari wanita membawakan tarian Saman sambil menyanyikan lagu berjudul “Assalamualaikum” menandai dimulainya upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lagu tersebut sebagai bentuk doa kepada Tuhan sekaligus representasi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim. Berlatar panggung nan megah yang menampilkan lanskap gunung dan keanekaragaman hayati khas Indonesia, para penari memukau puluhan ribu penonton. Tarian khas Aceh arahan Denny Malik dengan iringan musik dari komposer Ronald Steven itu merupakan sambutan selamat datang dunia di “The Land of Diversity”.

Perhelatan empat tahunan dengan tema besar “Energy of Asia” itu menjadi semakin spesial karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73. Semangat sportivitas dalam keberagaman diusung sebagai nilai utamanya. Asian Games 2018 menjadi saksi bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara di bawah bendera unifikasi. Pesta olahraga empat tahunan ini juga menjadi saksi ‘bersatunya’ Jokowi dan Prabowo dalam pelukan merah putih di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah. Delapan bulan kemudian, di tempat yang sama. Ratusan ribu massa pendukung capres dan cawapres berkumpul di stadion utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar terakhir jelang Pemilu serentak 2019. Pendukung capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memulai di awal bulan April, disusul seminggu kemudian pendukung capres 01 Joko Widodo- Ma’ruf Amin. Ajang itu dijadikan “show off” kedua pasangan untuk menunjukkan kedigdayaannya. Tak bisa dipungkiri, rivalitas abadi Jokowi dan Prabowo berimbas pada memanasnya gejolak perpolitikan tanah air dan terpecahnya masyarakat beberapa tahun belakangan.


Dua momen besar Asian Games 2018 dan Pemilu 2019 itu merupakan potongan fragmen yang dibingkai oleh para pewarta foto ANTARA dalam pameran foto serta peluncuran buku KILAS BALIK 2018. Pada tahun ini, bencana alam di berbagai daerah juga menghiasi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ada gempa bumi di Lombok, Tsunami di Palu dan Banten serta kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Kurang lebih terdapat 100 ribu foto yang diseleksi. Dari jumlah tersebut, terpilih 300 foto untuk dibukukan dan 128 foto yang ditampilkan dalam pameran yang berlangsung dari 26 April hingga 26 Mei 2019 di Museum Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat.


KILAS BALIK merupakan wahana tradisi pencatatan dan pendokumentasian peristiwa penting tiap tahun. Keberadaanya bermanfaat bagi generasi dan masyarakat masa kini yang terbiasa menatap foto-foto yang beredar di media sosial tanpa melibatkan sisi tanggung jawab dan objektivitas visual yang akhirnya mematikan kepekaan dan memperluas cakrawala kebodohan. Kurator, Oscar Motuloh, mengatakan pameran beserta peluncuran buku ini diharapkan menjadi suatu kesinambungan yang paradoks dari keberadaan indeks tahun politik yang dangkal dan penuh dengan intrik pemecah masyarakat dalam hemisfer fitnah dan kebencian yang tak pernah terjadi dalam pemilu-pemilu sebelumnya.


Karena itulah melalui pameran ini, para pewarta foto ingin menyampaikan semangat olahraga dalam Asian Games yang penuh dengan keberagaman dan sportivitas harus juga diimplementasikan dalam pesta demokrasi. “Karenanya, dalam pameran ini foto yang terakhir diambil adalah mengenai Pemilu 2019 yang diharapkan mampu meneladani semangat sportivitas yang ada dalam Asian Games karena sportivitas dan demokrasi merupakan roh penting dalam pameran kali ini”.
1000kata Photography and Visual Journalism