Cerita Cahaya

Oleh Yuniadhi Agung

Jika ditanya, apa yang mengunci pandangan mata Saya, maka jawabnya dalah cahaya. Unsur penerang ini memang selalu mengganggu indera penglihatan Saya. Entah itu cahaya alam atau lampu pijar listrik, semuanya membuat saya berpaling sejenak melihat ke sumber cahaya.

Seberkas cahaya yang menyinari benda membuat dimensi gelap terang obyek. Visualisasi gelap terang ini sangat memengaruhi teknik memotret Saya. Hingga kini, dimanapun saya melihat ada terobosan cahaya, bayangan dari benda yang tertimpa cahaya, atau deretan lampu pijar, maka saya akan berhenti…dan memotret.

Ini adalah cerita pertemanan saya dengan cahaya.

05
Matarisuci – Tangerang Selatan.
02
Sepeda di Pasar Nusukan – Solo
03
Penumpang di Bandara Minangkabau – Padang
04
Pentas di Gedung Kesenian Jakarta
01
Penjual Bunga – Pasar Rawa Belong
06
Membuka Penutup Dagangan – Tangerang Selatan
08
Penonton Konser Metallica – Stadiun Utama Gelora Bung Karno Jakarta
09
Bepergian – Bandara Soekarno-Hatta Tangeran
10
Lampu-lampu di terowongan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
11
Kamera Televisi – Stadiun Gelora Sidoarjo
12
Siluet Penumpang – Bandara Sultan Thaha Jambi
13
Lukisan tembok di sebuah rumah makan – Jakarta
14
Room boy – Jakarta
15
Membeli tiket bioskop – Jakarta
07
Kabin Pesawat – Yogyakarta
16
Gedung DPR RI Jakarta

IMG_4118

Yuniadhi Agung – Pencari cahaya, bekerja di Harian Kompas.

About Yuniadhi Agung

Yuniadhi Agung adalah co-founder seribukata.com. Dia mengawali karier profesionalnya sebagai fotojurnalis di harian Kompas pada tahun 2002 dan kini menjadi foto editor di koran ternama tersebut.

Check Also

Menelusuri Labirin Kotagede

Para pencinta fotografi menikmati kehangatan warga Kotagede. Mereka memasuki ruang-ruang personal dan menjadi bagian dari warga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.