Wednesday , August 19 2026
  • About Us
  • Jelajah Visual Nusantara
  • NESW, Merayakan Kesederhanaan
  • Submit Your Works

1000kata1000kata Photography and Visual Journalism

  • About Us
  • Jelajah Visual Nusantara
  • NESW, Merayakan Kesederhanaan
  • Submit Your Works

FOLLOW 1000kata

DAFTAR UNTUK INFO TERBARU



Support 1000kata

Your Advertisements

Categories

  • #1000KataTerpilih
  • Article
    • Oasis
    • Photography
    • Photojournalism
    • Travelling
  • Book
  • Events and Grants
  • Featured
  • Mobile Photography
  • MultiMedia
  • Photo Stories
  • Photographers
  • Tips and Tricks

Advertisement

Advertisement

©All photographs in this site are copyrighted which are presented for web browser viewing only. Nothing contained within this site may be reproduced, downloaded, stored, copied, manipulated, altered, or used in any form without prior written permission author or seribukata.com . Using any image as the base for another illustration or graphic content, including photography, is a violation of copyright and intellectual property laws.

T R A N S L A T O R



1000kata

Street, Documentary & Photojournalism Collective. Tag your photos with #1000kata to get featured on our feed. Contact: [email protected]

World Press Photo Contest 2025 menghadirkan 42 pem World Press Photo Contest 2025 menghadirkan 42 pemenang dari 30 negara dengan karya-karya yang mengungkap kisah politik, konflik, migrasi, dan krisis iklim. Sejak 1955, kontes ini menjadi ajang dokumentasi visual yang mendalam, menampilkan narasi dari berbagai belahan dunia melalui lensa para fotografer. 

Model regional yang diterapkan sejak 2021 semakin menonjolkan cerita lokal, termasuk karya unggulan dari fotografer Indonesia yang mendokumentasikan dampak penambangan di Halmahera.

Simak ulasan lengkap di 1000kata.com

https://www.1000kata.com/menyingkap-cerita-dunia-potret-perjuangan-dan-harapan-di-world-press-photo-contest-2025/
Inilah saat yang tepat untuk mendalami dan mengasa Inilah saat yang tepat untuk mendalami dan mengasah skill fotografi dan penulisan dari ahlinya secara langsung!✨

Yuk, daftarkan dirimu di Workshop Exhibition Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2024. Catat jadwal untuk workshop yang ingin kamu ikuti, ya!⬇️

Merangkai Cerita dalam Bingkai: Membuat Foto Story yang Berbicara
🗓️ 23 Januari 2025
⏰14.00-15.00 WIB

Pendaftaraan gratis dengan kuota terbatas! di link berikut https://linkr.id/workshop
Repost from our member @ditaalangkara Indonesia Repost from our member  @ditaalangkara 

Indonesia Emas!
Cabang olahraga angkat besi ternyata banyak dramanya. Malam itu, Rizki Juniansyah @rjuniansyah_ sudah ketinggalan 10kg dari pesaing terkuatnya, Shi Ziyong dari China, di sesi angkatan snatch. Untungnya, Shi sepertinya terlalu pede mau menenggelamkan Rizki sampai tiga angkatan clean and jerk-nya gagal semua. Kesempatan ini disikat habis sama Rizki yang akhirnya memenangkan satu medali emas dari angkat besi.

Buat saya ini jadi drama tersendiri. Malam itu saya memotret tidak dengan kamera biasa, tapi lewat sebuah kamera robotik yang terpasang kurang lebih 8 meter di atas Rizki.
Kamera robotik ini sebenarnya kamera biasa, Sony A1 dan lensa 24-70 f/2.8, cuma kamera ini dipanggul oleh sebuah unit ‘robot’ yang bisa mengontrol kamera. Kecepatan, aperture, zoom, fokus, gerak ke kiri, kanan, atas, bawah, semua bisa dikontrol dari jarak jauh lewat iPad. Ada sih yang lebih canggih controller-nya seperti main PS, tapi biasanya dipakai untuk olahraga yang lebih dinamis seperti atletik, renang atau sepak bola. Untuk angkat besi, karena area yang dicover cuma bidang seluas 4x4 meter, jadi yang statis pun sudah cukup.

Balik ke drama, beda rasanya melihat peristiwa lewat viewfinder kamera yang kita pegang sendiri dengan kamera yang kontrolnya sangat tergantung dengan jaringan internet dan gadget ini. Saya harus memperhatikan apa yang terjadi di platform angkat besi dan apa yang ada di layar ipad secara berbarengan. Padahal mata ini kan bukan mata bunglon yang bisa melihat ke dua arah di saat bersamaan. Tapi bukan itu masalahnya. Tegangnya itu loh… Menyaksikan perjuangan Rizki yang tadinya mungkin ‘cuma’ akan dapat perak tapi terus melawan untuk melejit ke puncak, ikut mendengar sorakan semangat supporter Indonesia… WOW.

Malam itu ditutup dengan berkumandangnya Indonesia Raya di Paris Sud Arena. Pengen rasanya bisa membuat kalian semua bisa mengalami hal yang sama, gimana bergetarnya hati mendengar langsung lagu kebangsaan kita diputar di manca negara karena saya nggak mau mewek sendirian aja.

#1000kata #pewartafotoindonesia #sonyalpha #sonyalpha_id #paris2024 #apnews
Repost from our member @mastirham From the Aquat Repost from our member @mastirham 

From the Aquatic Center

#parisolympics2024
#epaimages
#1000kata
#harikukotaku
#pewartafotoindonesia
Repost from our member @bronto In 1942, the Biak Repost from our member @bronto 

In 1942, the Biak people of Urumbori Village set out on a quest for a new home, one abundant in sago and fisheries. Their journey led them to the discovery of Bepondi Island, a tranquil haven nestled in the vast expanse of the Pacific Ocean. Traditional Leader Frederick Sarawan fondly recalls this pivotal moment, where the island became more than just a place to settle, it became a cherished home for generations to come.

For the descendants of those pioneering settlers, Bepondi Island is not just a picturesque location, it’s a living legacy. As the children and grandchildren of the Biak people continue to call this island home, its significance deepens. It stands as a symbol of resilience and heritage, where traditions are preserved amidst the raw, untouched beauty of Papua.

As one of the outermost islands bordering the Pacific, Bepondi offers a glimpse into a world far removed from the bustling pace of modern life. Here, time seems to slow down. Lush rainforests teeming with diverse flora and fauna paint the landscape, while crystal-clear waters beckon adventurers to explore their depths.For those enchanted by the underwater world, Bepondi Island is a paradise waiting to be discovered. It boasts some of the best snorkeling and diving opportunities in the region, with waters teeming with life. Colorful reef fish dance among vibrant corals, while majestic sea turtles glide gracefully through the sea. Divers can venture into the depths to explore dramatic drop-offs, intricate coral gardens, and perhaps even encounter larger species such as reef sharks and manta rays.

Bepondi Island stands as a testament to the harmonious coexistence of tradition and untouched wilderness, where the legacy of the Biak people lives on in the rhythms of daily life. As the waves gently lap against the shore and the wind whispers through the trees, Bepondi invites all who visit to step into a world of serenity and wonder. #1000kata
Repost from our member @ditaalangkara Mudik, kat Repost from our member @ditaalangkara 

Mudik, kata sederhana yang dalam maknanya. Dimulai dari setahun sebelumnya, bekerja keras mengumpulkan rupiah demi rupiah mengisi pundi, sampai saat terakhir sebelum pantat bisa aman menjejak kursi bus di terminal antar kota yang penuh manusia. Betul-betul sebuah kursi yang didapatkan dengan keringat dan air mata.
Semua demi harapan, cinta, kerinduan pada kampung halaman dan janji untuk akan selalu pulang.

Saat ini puluhan juta janji itu sedang ditepati. Kata-kata “Sampai ketemu Lebaran nanti” sedang diwujudkan lewat pergumulan melawan kemacetan jalan raya dan himpitan manusia.

Sungguh, pulang adalah perjuangan dan seperti kata WS Rendra, perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.

Selamat di jalan para pemudik sekalian. Sampai jumpa di Lebaran tahun depan. #1000kata
Repost from our member @roni_az Semarang menjadi Repost from our member @roni_az 

Semarang menjadi tempat yang menarik sedari kecil. Banyak kenangan berceceran tentang kota ini. Tapi sudah terlalu lama rasanya tidak mengunjungi tempat ini. Sedikit kaget juga dengan penataan kota tua-nya yang menarik.

Ditemani hujan menyusuri kota tua. Standar lah, melihat Gereja Bleduk, nongkrong lama di sekitar Gedung Marba, dan mengamati muda-mudi yang ngopi di Spiegel. Juga tak ketinggalan mampir ‘berkesenian’ di Contemporary Art Gallery, gedung yang konon dulu milik Oei Tiong Ham, raja candu dan gula, orang terkaya di Hindia Belanda dan Timur Jauh.

Sayangnya, penugasan di kota ini begitu singkat. Tapi ‘nasi Gandul’ dan cari tempat ngopi yang asyik harus tetap diupayakan. Juga jajan Pelangi Cheese Chiffon Cake di Jalan Singosari, serta lumpia Gang Lombok samping Kelenteng Tay Kak Sie harus disempatkan. Karna konsistensi tidak kenal kata pernah. Wuoghhh… 😀😉🙏🏼

Ke Semarang lagi yuk, blom sempet ‘nahu pong’ ini.. Anak Semarang mana neh suaranya… 🥰😉👌🏼 

#1000kata 1000kata #semaranghits #travel #jatenggayeng #jelajahsemarang #wisatajateng #wisataindonesia #travelphotography #travelphotographer #PelangiChiffonCake #infomudik #anantaricoffee #lumpiaganglombok #sonyalpha_id #rotipelangi #commissionedwork
Repost from our member @yuniadhiagung Foto-foto i Repost from our member @yuniadhiagung

Foto-foto ini dihasilkan sambil jalan kaki dari kantor-Stasiun Kereta Sudirman-kantor melintasi Jalan Sudirman. Tentu saja tidak sesuai ekspetasi foto jalanan yang sekarang keren-keren. Rangkaian foto ini adalah bagaimana mata saya terpikat dengan suasana dan kemudian membingkainya dengan kamera manual dengan film hitam putih. 

#1000kata
Repost from our member @peksicahyo Wonosobo punya Repost from our member @peksicahyo

Wonosobo punya tradisi unik yg secara rutin digelar tiap tahunnya seusai hari raya Lebaran atau Idul Fitri.

Sebuah tradisi yang memberikan ruang kreativitas bagi tiap kampung atau RT untuk melukis balon mereka yang terbuat dari bahan kertas.

Beragam corak dan warna menghiasi langit Lapangan Ronggolawe, Kembaran Desa Kalikajar Wonosobo yang sempat diguyur hujan gerimis beberapa saat sebelum pukul 06.00 pagi.

Siapa tahu tradisi balon di Wonosobo ini nantinya ga kalah terkenalnya dengan yang ada di Cappadocia di Turki sana.
Follow on Instagram

Contact Us

Email : [email protected]

Recent Posts

  • Menyingkap Cerita Dunia: Potret Perjuangan dan Harapan di World Press Photo Contest 2025

    27/03/2025
  • Pemenang Regional World Press Photo Contest 2024 

    03/04/2024
  • Romantisme Paris van Java yang Abadi

    12/12/2023
  • Pasar Badung Bali, Modernitas dan Tradisi yang Hidup Berdampingan

    06/12/2023
Designed by Rana Seribu Kata
Rana Seribu Kata ©1000kata 2026, All Rights Reserved