Home / Article / KILAS BALIK 2018: SPORTIVITAS DAN KEDEWASAAN BERDEMOKRASI

KILAS BALIK 2018: SPORTIVITAS DAN KEDEWASAAN BERDEMOKRASI

Oleh: Prasetyo Utomo
Fase gerhana bulan “super blue blood moon” terlihat dari Monumen Perjuangan Pembebasan Irian Barat, Jakarta, Rabu (31/1) malam. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/18.

Sekitar 1.600 penari wanita membawakan tarian Saman sambil menyanyikan lagu berjudul “Assalamualaikum” menandai dimulainya upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lagu tersebut sebagai bentuk doa kepada Tuhan sekaligus representasi Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim. Berlatar panggung nan megah yang menampilkan lanskap gunung dan keanekaragaman hayati khas Indonesia, para penari memukau puluhan ribu penonton. Tarian khas Aceh arahan Denny Malik dengan iringan musik dari komposer Ronald Steven itu merupakan sambutan selamat datang dunia di “The Land of Diversity”.

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari kawasan Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (5/9). Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level II atau waspada. ANTARA FOTO/Atet Dwi Pramadia/wpa/ama/18

Perhelatan empat tahunan dengan tema besar “Energy of Asia” itu menjadi semakin spesial karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73. Semangat sportivitas dalam keberagaman diusung sebagai nilai utamanya. Asian Games 2018 menjadi saksi bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara di bawah bendera unifikasi. Pesta olahraga empat tahunan ini juga menjadi saksi ‘bersatunya’ Jokowi dan Prabowo dalam pelukan merah putih di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah. Delapan bulan kemudian, di tempat yang sama. Ratusan ribu massa pendukung capres dan cawapres berkumpul di stadion utama Gelora Bung Karno saat kampanye akbar terakhir jelang Pemilu serentak 2019. Pendukung capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memulai di awal bulan April, disusul seminggu kemudian pendukung capres 01 Joko Widodo- Ma’ruf Amin. Ajang itu dijadikan “show off” kedua pasangan untuk menunjukkan kedigdayaannya. Tak bisa dipungkiri, rivalitas abadi Jokowi dan Prabowo berimbas pada memanasnya gejolak perpolitikan tanah air dan terpecahnya masyarakat beberapa tahun belakangan.

Sejumlah wisatawan asing berjalan sambil meggeret kopernya mencari tumpangan pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Para wisatawan yang berkunjung ke Tiga Gili pasca gempa 7 (SR) di Kabupaten Lombok Utara memilih keluar dari tempat wisata mereka dengan alasan keamanan.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/18
Ribuan pelajar menampilkan Tari Kecak Kolosal saat upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) rangkaian dari ajang Berawa Beach Arts Festival di Pantai Berawa, Tibubeneng, Badung, Bali, Minggu (25/2). Tarian yang melibatkan 5.555 orang siswa-siswi SMA/SMK se-Kabupaten Badung tersebut berhasil memecahkan rekor dunia Tari Kecak Kolosal dengan peserta terbanyak. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Dua momen besar Asian Games 2018 dan Pemilu 2019 itu merupakan potongan fragmen yang dibingkai oleh para pewarta foto ANTARA dalam pameran foto serta peluncuran buku KILAS BALIK 2018. Pada tahun ini, bencana alam di berbagai daerah juga menghiasi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ada gempa bumi di Lombok, Tsunami di Palu dan Banten serta kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Kurang lebih terdapat 100 ribu foto yang diseleksi. Dari jumlah tersebut, terpilih 300 foto untuk dibukukan dan 128 foto yang ditampilkan dalam pameran yang berlangsung dari 26 April hingga 26 Mei 2019 di Museum Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Sprinter Indonesia Sapto Yogo Purnomo berlari sambil membawa bendera Merah-Putih usai menjuarai final 100 meter putra T37 Asian Para Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10). Sapto berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 11,49 detik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/18.
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan menggelar aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/1). Dalam aksi ke-521 itu mereka meminta Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi kerja Polda Metro Jaya, khususnya Dirkrimum dalam menyidik kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan serta membentuk tim gabungan pencari fakta yang bersifat independen untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama/18

KILAS BALIK merupakan wahana tradisi pencatatan dan pendokumentasian peristiwa penting tiap tahun. Keberadaanya bermanfaat bagi generasi dan masyarakat masa kini yang terbiasa menatap foto-foto yang beredar di media sosial tanpa melibatkan sisi tanggung jawab dan objektivitas visual yang akhirnya mematikan kepekaan dan memperluas cakrawala kebodohan. Kurator, Oscar Motuloh, mengatakan pameran beserta peluncuran buku ini diharapkan menjadi suatu kesinambungan yang paradoks dari keberadaan indeks tahun politik yang dangkal dan penuh dengan intrik pemecah masyarakat dalam hemisfer fitnah dan kebencian yang tak pernah terjadi dalam pemilu-pemilu sebelumnya.

Peserta pendidikan dan pelatihan (diklat)  bela negara karyawan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)  angkatan ke 7 mengikuti orientasi pembukaan diklat di Korem 162/WB di Mataram, NTB, Selasa  (6/11/2018). Lebih dari ribuan karyawan Amman Mineral Nusa Tenggara yang telah dan akan dijadwalkan  mengikuti diklat yang bertujuan untuk membentuk sikap jujur, melatih jiwa kepemimpinan dan sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme dan mewujudkan rasa cinta tanah air.ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Foto udara rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/kye/18

Karena itulah melalui pameran ini, para pewarta foto ingin menyampaikan semangat olahraga dalam Asian Games yang penuh dengan keberagaman dan sportivitas harus juga diimplementasikan dalam pesta demokrasi. “Karenanya, dalam pameran ini foto yang terakhir diambil adalah mengenai Pemilu 2019 yang diharapkan mampu meneladani semangat sportivitas yang ada dalam Asian Games karena sportivitas dan demokrasi merupakan roh penting dalam pameran kali ini”.

About Prasetyo Utomo

Prasetyo Utomo
Prasetyo Utomo, lahir di Blora, Jawa Tengah. Mengawali karir sebagai pewarta foto di Kantor Berita ANTARA pada tahun 2006 sampai sekarang. Selama bekerja di ANTARA meliput beberapa peristiwa penting seperti Piala Asia 2007, Upacara pemecahan rekor selam massal di Sail Bunaken tahun 2009, Liputan ibadah haji di Arab Saudi tahun 2011, Sea Games Myanmar 2013 dan sejumlah peristiwa penting lainnya. Pada tahun 2012, Lulusan Universitas Diponegoro Semarang ini mengeluarkan buku foto tentang perjalanan Haji dengan judul “ Makkah Photographic Diary’ “. Beberapa penghargaan juga pernah diterima antara lain Anugerah Adiwarta tahun 2008 dan 2009 untuk foto terbaik bidang hukum, olah raga dan ekonomi.

Check Also

Memotret amuk massa di Papua

Peristiwa diskriminasi ras yang menimpa mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, menjelang 17 Agustus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.