Home / Events and Grants / Permata Photojournalist Grant (PPG) VII: LARA MUARA

Permata Photojournalist Grant (PPG) VII: LARA MUARA

Satu sisi Pantai Beting yang menghadap ke Laut Jawa. Naiknya permukaan air laut adalah penyebab meluasnya abrasi di daerah pesisir utara Pulau Jawa.

Oleh: Zulkifli 

Tanpa disadari, perubahan iklim telah menjadi permasalahan besar yang dihadapi bumi. Dimulai dengan naiknya permukaan air laut yang menyebabkan meluasnya abrasi di sepanjang pesisir. Saat hujan badai datang bersamaan dengan air pasang, maka gelombang air siap menghantam dan menghempaskan apa pun yang ada di sekitarnya. Inilah ancaman nyata yang dihadapi oleh para penduduk pulau-pulau di dunia. Tak terkecuali Indonesia yang dikelilingi 16.056 pulau.

Pesisir utara Pulau Jawa adalah salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak abrasi di Indonesia. Dalam lima belas tahun terakhir, 6.000 hektar lahan di daerah pesisir ini lenyap dikikis air laut. Akibatnya, perkampungan di pesisir utara makin menyempit dari tahun ke tahun. Hal ini memaksa penduduk mau tidak mau beradaptasi dengan perubahan lingkungan ini. Di masa lalu, warga Desa Pantai Bahagia pernah merasakan puncak kehidupan yang gemilang. Hasil tambak melimpah ruah. Kapal-kapal dari pesisir Jakarta ramai berdatangan untuk membeli ikan-ikan segar milik penduduk desa.

Pada masanya, desa di bagian utara Kabupaten Bekasi ini dikenal dengan sebutan Kampung Dolar. Namun, gelombang air pasang perlahan mengusik kenyamanan hidup mereka. Bencana itu dimulai dua belas tahun lalu ketika banjir dari laut mengejutkan seisi kampung. Ombak laut bergulung tiada henti menghantam pintu-pintu rumah. Tambak-tambak ikan karam dihempaskan gelombang. Masjid dan bangunan sekolah luluh lantak. Bibir pantai semakin mendekat ke pemukiman warga.

Setengah kehidupan penduduk desa hancur lebur oleh banjir yang luar biasa. Desa ini begitu rapuh menjadi incaran gelombang pasang yang datang tak kenal waktu. Sebagian warga memilih pindah. Namun, masih ada yang tetap tinggal di tanah dimana mereka lahir dan dibesarkan. Mereka yang bertahan adalah potret duka lara dari perubahan iklim yang menyesakkan. Desa Pantai Bahagia adalah teguran untuk kita, untuk dunia, untuk lebih peduli pada alam, pada lingkungan di sekitar kita.

Desa Pantai Bahagia sempat diberi gelar Kampung Dolar karena tingginya hasil penjualan ikan dari tambak-tambak masyarakat. Namun, gelombang pasang menyebabkan sebagian besar tambak warga hilang.
Alat tangkap ikan milik seorang warga Desa Pantai Bahagia.
Sebuah baju di dalam rumah yang rusak oleh gelombang pasang.
Membuat selokan di antara rumah-rumah adalah salah satu cara warga Desa Pantai Bahagia untuk membuang air sisa gelombang pasang yang menggenangi kampung mereka.
Seorang anak berdiri di salah satu tambak warga. Beberapa petambak ikan menjadi pengangguran karena gelombang pasang membenamkan tambak-tambak mereka.
Lahan pekuburan di tengah desa tak luput oleh hantaman gelombang pasang.
Suasana malam di Desa Pantai Bahagia. Ruang-ruang di dalam desa ini dari tahun ke tahun semakin menyempit karena abrasi pantai.
Seorang anak berdiri di pinggir Pantai Beting. 6.000 hektar tanah di pesisir utara Pulau Jawa lenyap dikikis oleh air laut sejak lima belas tahun terakhir.

 

Zulkifli
Lahir di Kerinci dan mempelajari fotografi secara otodidak sejak 2009. Saat ini ia bekerja sebagai fotografer dokumenter dan penulis lepas. Beberapa karyanya
telah dipublikasikan oleh The Guardian, The Washington Post, Los Angeles Times, Der Farang, DestinAsian Indonesia, dan National Geographic Traveler Indonesia. Zulkifli juga merupakan salah seorang pendiri Sore Rabu Project dan aktif di ruang diskusi di Sumatra Barat.

About 1000kata

1000kata adalah portal yang dikelola oleh 10 fotografer Indonesia, sebagai media alternatif untuk menampilkan karya, cerita, ide, opini, gagasan serta yang lainnya berkaitan dengan dunia fotografi. Mari berbagi.

Check Also

Permata Photojournalist Grant (PPG) VII: OPERA ANTON

Oleh: Muhammad Ali Wafa Anton (25) meninggalkan Padang untuk merantau dan mencoba peruntungannya di Jakarta. …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.