Home / Article / Workshop Doc.now!: Beyond Identity

Workshop Doc.now!: Beyond Identity

Doc.Now! dan 1000kata dengan gembira menampilkan karya-karya terbaik peserta workshop Doc.Now! yang telah dilaksanakan pada 4-9 Desember 2017 lalu. Karya-karya ini akan ditampilkan berturut-turut dalam beberapa minggu ke depan. Kali ini kita tampilkan karya Yerica Estella peserta workshop dari grup 2 workshop Doc.Now!

Yerica Estella mencoba mengangkat tema identitas melalui rekaman aspek kehidupan warga keturunan Cina yang berada di Bali. Berangkat dari pengalaman pribadi dalam keluarganya ketika isu ras mulai memanas dalam kancah politik tanah air belakangan ini, mahasiswi program studi Jurnalistik Universitas Padjajaran ini tertarik mengamati sebuah desa kecil di daerah Bangli yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari lokasi workshop. Di desa tersebut dan beberapa lokasi lainnya di wilayah utara Bali, warga keturunan Cina sudah lama hidup berdampingan secara damai dan bahkan bercampur dengan penduduk asli Bali sejak bergenerasi-generasi yang lampau.

Secara kebetulan, di hari kedua Yerica memotret di sana warga tengah menyelenggarakan pernikahan sepasang muda-mudi keturunan Cina dan asli Bali. Menggunakan foto-foto yang ia ambil pada saat persiapan pernikahan tersebut yang dikombinasikan dengan foto-foto subtil dari lingkungan sekitar desa, kami mencoba merajut narasi yang mengetengahkan aktivitas bahu-membahu warga dalam menyelenggarakan hajatan bersama tanpa mengindahkan perbedaan di antara mereka. Mengingat masih sering mencuatnya konflik-konflik yang berlatar perbedaan pandangan dalam menyikapi keberagaman di negeri ini, kami rasa proyek foto ini sangat relevan dan menjadi sesuatu yang perlu terus diingatkan.

Membahas persoalan identitas melalui medium fotografi tentu saja adalah isu yang kompleks dan tidak mungkin bisa disederhanakan dan diselesaikan dalam beberapa hari pemotretan saja. Kami berharap apa yang didapatkan Yerica selama workshop ini bisa menjadi komplemen visual dari pendidikan jurnalistiknya sehingga ia bisa menggunakan keduanya untuk mengungkap cerita-cerita penting lainnya di kemudian hari. Selain itu, lewat feature ini kami pun ingin mengapresiasi hadirnya suara perempuan dalam dunia fotografi dokumenter Indonesia yang sejauh ini masih didominasi oleh laki-laki, dengan harapan bisa menginspirasi perempuan-perempuan lainnya yang ingin berkarya dengan pendekatan ini. Tabik!

Kurniadi Widodo & Muhammad Fadli

Mentor Doc.Now!

 

Beyond Identity

oleh Yerica Estella

Sejarah mencatat kebencian terhadap etnis tertentu yang berujung pada konflik rasialis, terus berulang. Masyarakat Tionghoa di Indonesia beberapa kali menjadi sasaran amuk massa. Mulai dari Chinezenmoord 1740 hingga Mei 1998 yang menyebabkan 463 orang meninggal, 69 orang luka-luka, 52 orang diperkosa, 10 orang mengalami penganiayaan seksual, dan 9 orang menjadi korban pelecehan seksual (data dari Tim Gabungan Pencari Fakta).  Jauh dari titik pecahnya kerusuhan tersebut, di Kintamani Provinsi Bali, sebuah dusun kecil sejak lama telah menjadi rumah multietnis bagi masyarakat Bali dan Tionghoa.

About 1000kata

1000kata adalah portal yang dikelola oleh 10 fotografer Indonesia, sebagai media alternatif untuk menampilkan karya, cerita, ide, opini, gagasan serta yang lainnya berkaitan dengan dunia fotografi. Mari berbagi.

Check Also

Permata Photojournalist Grant (PPG) VII: LARA MUARA

Oleh: Zulkifli  Tanpa disadari, perubahan iklim telah menjadi permasalahan besar yang dihadapi bumi. Dimulai dengan naiknya permukaan …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.