Home / Article / workshop doc.now!: ADA APA DENGAN SAMPAH?

workshop doc.now!: ADA APA DENGAN SAMPAH?

 

Dalam lokakarya DocNow! yang mengusung pendekatan foto dokumenter sebagai metode bercerita, peserta yang kami bimbing di Grup 1 adalah 3 orang fotojurnalis yang bekerja harian, 1 orang produser televisi dan 3 orang pekerja kantoran yang memiliki hobi fotografi. Tujuan mereka hampir sama yaitu ingin mengembangkan kemampuan bercerita mereka melalui medium foto dokumenter.

Dalam prosesnya kami berikan kebebasan kepada para peserta untuk menggali ide-ide yang ingin mereka kembangkan hingga menjadi sebuah karya dokumenter. Bagaimana visual-visual yang akan ditampilkan kami diskusikan terlebih dahulu sebelum para peserta turun ke lapangan. Selama 4 hari bekerja sama dan melihat hasilnya kami kira kami sangat puas dan yang paling kami sukai adalah semangat peserta yang tinggi untuk mengikuti lokakarya ini. Besar harapan kami agar para peserta bisa mempraktekkan apa yang sudah mereka dapatkan ketika kembali ke daerah masing-masing.

Doc.Now! dan 1000kata kembali menampilkan karya-karya terbaik peserta workshop Doc.Now! yang telah dilaksanakan pada 4-9 Desember 2017 lalu. Karya-karya ini akan ditampilkan berturut-turut dalam beberapa minggu ke depan. Kali ini yang terpilih dari grup 1 adalah karya Adwit B. Pramono.

Adwit mengerjakan proyek mengenai pola konsumsi masyarakat yang berakhir menjadi sampah dengan pendekatan portrait dengan diptych barang yang mereka konsumsi yang akan menjadi sampah. Adwit sempat gonta-ganti ide untuk memvisualisasikan proyeknya sampai akhirya menemukan formula yang pas. Kenapa kami memilih karya ini karena persoalan sampah terutama plastik adalah masalah yang besar yang dialami Indonesia saat ini. Yang paling menarik tentu saja adalah visualnya, Adwit berhasil meyakinkan orang-orang untuk berbagi memperlihatkan sampah mereka dan juga eksekusi portrait-nya yang baik membuat kami memilihnya.

Rony Zakaria & Putu Sayoga

Mentor Doc.Now!

 

ADA APA DENGAN SAMPAH? Oleh Adwit B. Pramono

Sampah yang ada disekitar kita menumpuk dalam skala masif dan merusak lingkungan. Semua orang tidak menyukainya, tapi tidak semua orang menyadari siapa yang paling berkontribusi menghasilkan sampah. Siapa kita, apa yang kita kerjakan dan banyak hal lainnya mempengaruhi kebutuhan dan pola konsumsi kita. Seperti efek bola salju, sampah selalu bermula dari hal-hal kecil yang kita konsumsi, dibuang hingga akhirnya menumpuk. Sebagian besar dari kita melihat permasalahan sampah adalah tanggung jawab salah satu pihak saja, kita cenderung lupa dan enggan mengakui bahwa setiap individu adalah pihak yang paling berkontribusi dalam merusak lingkungan.

 

 

About 1000kata

1000kata adalah portal yang dikelola oleh 10 fotografer Indonesia, sebagai media alternatif untuk menampilkan karya, cerita, ide, opini, gagasan serta yang lainnya berkaitan dengan dunia fotografi. Mari berbagi.

Check Also

Permata Photojournalist Grant (PPG) VII: DIRTY FOR GLORY

Oleh: Muhammad Adimaja Dalam skala global, diperkirakan jumlah sampah elektronik di tahun 2018 akan mencapai …

Leave a Reply