Home / Featured / Belajar dari Lomba Foto Instagram BNI

Belajar dari Lomba Foto Instagram BNI

Beberapa postingan dan banner dari feed #7wonderfu1 di Instagram. Foto kiri atas karya @nummnae dan dua foto kanan bawah karya @moelti_anugriya.

Sejumlah akun di Instagram mendadak ditangguhkan gara-gara ikut lomba foto yang digelar oleh BNI. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa akun-akun itu dibekukan? Bagaimana kiat mencegah suspend akun Instagram?
AkunIG-BNI46

Insiden penangguhan akun secara massal berawal dari kompetisi foto di Instagram yang diadakan oleh akun @BNI46 untuk menyambut ulang tahun ke-71 bank plat merah tersebut. BNI bekerja sama dengan komunitas iPhonesia menggelar kompetisi foto itu antara 10 – 16 Juli 2017 dengan tema “BNI Digital Hidupmu.”

Untuk mengikuti kompetisi foto itu, peserta diwajibkan melakukan publikasi ulang (regram/repost) dua jenis banner, yakni banner lomba dan banner tambahan yang dimunculkan beberapa hari sekali. Peserta juga harus mencantumkan akun Instagram @BNI46 @iphonesia dan lima tagar khusus, yaitu #7wonderfu1#BNIDigitalHidupkanmu #71TahunBNI#BNI46 #BNIxiPhonesia #iPhonesia, di foto yang diikutkan lomba. Peserta boleh mengirimkan karya sebanyak-banyaknya.

Sampai di sini, semua terlihat baik-baik saja. Kompetisi yang diadakan untuk memeriahkan ulang tahun oleh sebuah perusahaan seperti BNI merupakan kegiatan yang lazim dan sah. Aktivitas semacam ini biasanya untuk meningkatkan brand awareness dan mendongkrak engangement antara akun perusahaan dan khalayak.

Masalah baru muncul setelah para peserta lomba mengirimkan karya mereka sesuai syarat dan ketentuan penyelenggara. Tiba-tiba akun-akun mereka ditangguhkan oleh pengelola Instagram. Kaget karena tak menyangka akunnya ditangguhkan, para peserta lomba pun melancarkan protes ke penyelenggara. Protes dilayangkan ke kolom komentar akun BNI di Instagram.

Akun Instagram BNI sebagai penyelenggara — yang tak mengira akan terjadi penangguhan massal itu — buru-buru mengeluarkan klarifikasi, sekaligus meminta maaf atas kejadian tersebut. BNI juga memberikan panduan untuk memulihkan akun-akun yang ditangguhkan.

Hingga hari ini, belum semua akun yang ditangguhkan itu dapat diakses lagi oleh pemiliknya. Ini tentu saja merupakan kerugian besar bagi para korban, terutama akun yang mempunyai banyak pengikut dan selama ini menjadikan Instagram untuk kepentingan bisnis. Reputasi BNI pun tercoreng gara-gara insiden ini.

Penangguhan akun atau penghapusan konten bukan sesuatu yang luar biasa, karena bersifat sementara. Sanksi semacam ini biasa dikenakan tentu saja karena pengguna melanggar panduan umum dan aturan Instagram. Namun, sepengetahuan saya, tindakan penangguhan massal seperti pada kasus BNI merupakan kasus pertama di Indonesia. Pembekuan sementara dapat dipulihkan setelah pemilik akun mengirim email klarifikasi pada pengelola Instagram.

Insiden penangguhan massal sebenarnya dapat dicegah asalkan para pengguna sudah memahami panduan dan aturan main di Instagram. Panduan dan aturan ini dikeluarkan agar Instagram menjadi tempat berbagi yang aman dan nyaman buat semua pengguna.

Panduan dan aturan ini penting mengingat salah satu media sosial yang populer di Indonesia itu, menurut CNN Indonesia, memiliki 22 juta pengguna aktif bulanan, peringkat keempat terbanyak di Asia-Pasifik. Angka ini kemungkinan besar sudah bertambah.

Instagram merupakan media pemasaran yang efektif, baik untuk sekadar menunjukkan presensi maupun menciptakan peluang bisnis. Artinya, di sana ada aktivitas periklanan, promosi oleh para influencer atau endorser, jual – beli, juga spamming.

Dari panduan dan aturan itu, ada beberapa hal yang penting diketahui. Yang pertama, pengguna disarankan hanya mengirim foto dan video miliknya sendiri, bukan milik orang lain yang berpotensi melanggar hak kekayaan intelektual. Hormati pengguna lain dengan tidak mengirimkan spam dan konten pornografi.

Pengguna dilarang mencatatkan lebih dari 30 hashtag (tagar) dalam satu posting, dan secara bersamaan membuat posting ramai-ramai dengan tagar yang sama. Aktivitas semacam ini digolongkan sebagai spamming. Pengguna dilarang memberi “like” lebih dari 350 kali dalam 1 jam, karena juga bisa dianggap spam.

Pengguna sebaiknya tidak mengirimkan konten yang sama persis secara massal dalam waktu bersamaan melalui fasilitas direct message (DM). Aktivitas semacam ini bisa dikategorikan sebagai spamming oleh bot (robot). Batasi pengiriman konten yang sama secara massal, misalnya undangan, tak lebih dari 5 kali kepada 5 pengguna berbeda setiap jam.

Pengguna juga sebaiknya tak bertingkah super aktif di Instagram. Cukup posting maksimal 1 foto per jam dan tidak lebih dari 5 foto per hari. Pengguna boleh melakukan regram atau repost. Syaratnya, jika meregram atau repost foto milik orang lain, pengguna harus mencantumkan sumber foto dan tautan asal foto tersebut dalam keterangan foto.

Pelanggaran terhadap panduan dan syarat ketentuan Instagram akan dikenai sanksi penghapusan konten, penangguhan akun, dan larangan lainnya, seperti yang terjadi pada kasus BNI.

Untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa depan, para pengguna, termasuk perusahaan yang ingin membuat kompetisi foto, wajib membaca dan benar-benar pahami dulu semua panduan dan aturan Instagram tersebut agar tak mendapat masalah.

Panduan umum dan aturan untuk para penguna bisa dibaca di Guidance dan ToR.

 

Penulis

Wicaksono aka Ndorokakung, started his career as a journalist for Mode Magazine Indonesia in 1990, he joined Media Indonesia (1994-1998), Tempo (1998-2011), MSN ID portal (2011-2015). He also former of Chief Editor Beritagar.id. He is now an adviser at Maverick Communications.

About 1000kata

1000kata adalah portal yang dikelola oleh 10 fotografer Indonesia, sebagai media alternatif untuk menampilkan karya, cerita, ide, opini, gagasan serta yang lainnya berkaitan dengan dunia fotografi. Mari berbagi.

Check Also

Berkompetisi ‘Sehat’ Lewat Canon Photo Marathon

Oleh: Peksi Cahyo Pengalaman pertama Selalu ada yang pertama untuk segala hal, termasuk menjadi bagian …

Leave a Reply