Home / Article / Bercermin Lewat Pameran Foto Kilas Balik

Bercermin Lewat Pameran Foto Kilas Balik

Barang bukti berupa koleksi jenis awetan (offset) satwa terancam punah dan dilindungi termasuk Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) hasil sitaan dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Senin (23/5). Sebanyak 31 jenis offset satwa langka hasil operasi tahun 2012-2015 yang telah mendapat putusan dari pengadilan dimusnahkan serta dimuseumkan untuk bahan penelitian dan edukasi lingkungan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/aww/16.

Fotojurnalistik bukan sekedar mengundang kembali goresan-goresan memori dalam benak kita, tapi juga merangkai potongan-potongan sejarah umat manusia yang kemudian bisa ditampilkan kembali sebagai cerita di masa depan. Sejarah, menjadi pijakan untuk melangkah maju sekaligus menjadi cermin untuk menjadi lebih baik. Imaji digital yang dihasilkan para pewarta foto membungkus sejarah melalui bahasa visual sarat makna. 

Pameran foto tahunan KILAS BALIK berusaha merangkum peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di tanah air selama satu tahun. Dipilih dari ribuan frame foto yang dihasilkan oleh para pewarta foto kantor berita Antara.

Siluet umat Katolik bersiap mengikuti misa malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Sabtu (24/12). Perayaan Natal untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus tersebut mengangkat tema “Hari ini telah lahir bagimu, Juru selamat, yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud”. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/16.
Sejumlah pekerja membongkar bangunan salah satu cafe di Kalijodo, Jakarta, Selasa (23/2). Warga mulai membongkar bangunan sendiri sebelum pelaksanaan eksekusi permukiman dan kafe di Kalijodo oleh Pemprov DKI Jakarta pada 29 Februari mendatang. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama/16
Dua orang melepas tiang bendera di lokasi permukiman warga eks-Gafatar yang dibakar massa di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Selasa (19/1). Permukiman di lahan seluas 43 hektar tersebut dibakar sejumlah oknum masyarakat sebelum 796 warga eks-Gafatar berhasil dievakuasi pemda setempat. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/kye/16
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menunggang kuda disela-sela pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Senin (31/10). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas masalah bangsa, politik dan ekonomi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww/16.

Tahun 2016 bukan tahun yang sepi, berbagai peristiwa penting  mengisi lembaran-lembaran waktu selama satu tahun. Mulai dari bencana alam, kecelakaan transportasi, gerhana matahari total, gejolak ekonomi, hingar bingar politik hingga peristiwa intoleransi yang terjadi di beberapa daerah di tanah air.

Tampaknya peristiwa intoleransi yang terjadi sepanjang tahun 2016 menjadi catatan tersendiri dalam pameran dan buku KILAS BALIK. Tahun 2016 menjadi tahun intoleransi yang diikuti dengan semakin melebarnya perbedaan antar sesama anak bangsa yang kemudian membawa pentas politik tanah air kembali ke jaman purba. Gawai-gawai dipenuhi kabar palsu dan nyanyian kebencian, seperti ditulis Oscar Motuloh dalam catatan kuratorialnya.

Dengan menampilkan 80 foto yang disesuaikan dengan peringatan ulang tahun kantor berita Antara ke-80, para pewarta foto ini tetap berusaha menjaga kerja jurnalistiknya dan tidak terperangkap dalam dinamika politik mutakhir, ungkap Hermanus Prihatna, kepala divisi pemberitaan Foto Antara.

Pameran foto dan peluncuran buku KILAS BALIK ini berlangsung dari 17 Februari hingga 18 Maret 2017 di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta.

melalui imaji-imaji fotojurnalistik yang dihasilkan lewat mata dan hati para pewarta foto. Potongan-potongan sejarah itu ditampilkan, mengajak kita berkaca dan kemudian sadar betapa banyak coreng-moreng yang harus dihapus dari wajah kita.

Jakarta, 16 Februari 2017

Mast Irham

Pewarta Foto, Co-Founder 1000kata

About Mast Irham

Mast Irham has been doing photography since he was a student at Communication Study at Sebelas Maret University in Solo, Central Java. Before he finished his undergraduate study, he had joined Antara news agency as a contributing photographer. After graduation, he worked for Media Indonesia newspaper until 2004, when he was chosen as one of the participants of photojournalism workshop organized by World Press Photo and Asia Europe Foundation in Hanoi, Vietnam. He later joined European Pressphoto Agency (EPA) in August 2004. During the more than 10 years of his career, Irham has been covering politics, economy, disaster, and sport events both in Indonesia and abroad. Among his notable experience were covering earthquake and tsunami in Aceh, and Bali bombing. His foreign assignments include Aung San Suu Kyii release in Myanmar, Australian Open tennis tournament in Melbourne, Australia, and earthquake in Nepal, Brazil's World Cup. Irham is now EPA chief photographer for Indonesia.

Check Also

MULTIPLE events, MULTIPLE records, MULTIPLE exposure

Saya begitu bersemangat ketika editor di kantor menugaskan saya untuk melakukan peliputan PON 2016 di …

Leave a Reply