Home / Featured / Dagang Monyet

Dagang Monyet

Jumlahnya dua puluhan ekor. Jantan dan betina. Dalam bahasa Minang, monyet-monyet itu disebut dengan baruak. Mereka menumpuk di sudut kandang, saling menyembunyikan diri agar tak dipilih oleh para pembeli yang mengitari kandang mereka.

Mereka datang dari utara Sumatera Barat, tepatnya hutan Rao, Pasaman. Di sana mereka diburu karena merusak perkebunan masyarakat. Berjejal-jejal di dalam karung mereka diekspor dari Rao ke Padang Pariaman, salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Sumatera Barat.

Pasar Ternak Sungai Sarik, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat ini dibuka saban Rabu dari pagi hingga jelang siang. Di sini tak hanya kambing, sapi, kerbau, dan ayam saja yang dijual, monyet pun didagangkan. Oleh masyarakat Padang Pariaman, monyet merupakan perpanjang tangan mereka untuk memetik kelapa dari batangnya.

Monyet-monyet itu dilabeli dengan harga 100 ribu hingga 250 ribu rupiah, tergantung dari umur dan kepandaian si monyet memetik kelapa. Rantai akan dikalungkan ke leher ketika kesepakatan antara pedagang dan pembeli telah tercapai. Biasanya pembeli lebih tertarik pada monyet dewasa yang telah pandai memetik buah. Tak jarang pula para pembeli memilih monyet yang masih berumur muda, yang tak mau lepas dari induknya, dan kemudian melatihnya. EPA/Zulkifli

Dagang Monyet

Dagang Monyet

Dagang Monyet

Dagang Monyet

Dagang Monyet

Dagang Monyet

Dagang Monyet

Dagang Monyet

 

 

Photographer:

Zulkifli, pria kelahiran Kerinci, Jambi, ini mulai memotret semenjak akhir tahun 2010. Beberapa foto dan tulisannya telah dimuat di media dalam dan luar negeri. Pemenang II Photo Essay 2013 Anugerah Pewarta Foto Indonesia V (2015) adalah salah satu dari beberapa penghargaan yang pernah diperoleh oleh fotografer yang sekarang menetap di Padang, Sumatera Barat ini.

About 1000kata

Avatar
1000kata adalah portal yang dikelola oleh 10 fotografer Indonesia, sebagai media alternatif untuk menampilkan karya, cerita, ide, opini, gagasan serta yang lainnya berkaitan dengan dunia fotografi. Mari berbagi.

Check Also

Lomba Foto Rumahku, Halamanku: Di Rumah Aja, Karya Aris N Hidayat

Foto dan teks: Aris N Hidayat – @iniaris Pandemi global Covid-19 mengharuskan semua orang mengurangi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.