Home / Article / Sepakbola Adalah Pesta

Sepakbola Adalah Pesta

sk14a
Dekorasi warna khas Brazil membuat semarak restoran dan cafe

Hajatan besar piala dunia hampir usai, menorehkan sukacita bagi yang menang dan sedikit kekecewaan bagi yang kalah. Tapi bagi masyarakat Brazil, sepakbola adalah pesta, sukacita adalah wajib hukumnya. Tradisi kuat bermain sepakbola sudah mengalir di pembuluh darah warga Brazil. Sebagai olahraga paling populer di dunia, sepakbola dimainkan di setiap sudut kota dan kampung-kampung kecil di Brazil. Mulai dari lapangan-lapangan bola yang sesungguhnya, tepian pantai eksotis, bahkan sudut-sudut suram favela (perkampungan kumuh). Jangan heran bila sebagian pemain-pemain bola terkenal yang memperkuat tim-tim besar Eropa datang dari kampung-kampung kumuh di Brazil.

Rakyat Brazil sangat mencintai sepakbola dan tim nasional kebanggaan mereka. Setiap kali tim nasional Brazil bertanding, jalanan kota seakan melambat. Kendaraan yang lalu lalang di jalan-jalan besar pun jarang terlihat. Toko-toko tutup lebih cepat atau tidak buka sama sekali. Warga memilih menonton melalui televisi di rumah atau nonton bareng di FIFA fan fest yang memang disediakan untuk menonton bersama dengan layar besar. Warung-warung kecil pun disulap menjadi tempat nonton yang meriah dengan berbagai dekorasi berwarna ‘Brazil’ hijau dan kuning. Teriakan gembira disertai letusan petasan dan kembang api terdengar riuh saat tim nasional mereka mencetak gol.

Di tengah penolakan sebagian warga terhadap even besar piala dunia, dengan menggelar demo-demo besar, Brazil tetap berusaha keras menyukseskan hajatan sepakbola dunia ini. Kota-kota yg menjadi tempat pertandingan pun bersolek. Jalan-jalan ramai dengan dekorasi piala dunia, tembok-tembok yang biasa suram pun penuh warna dengan mural bertema piala dunia.

Beruntung saya mendapatkan kesempatan berkeliling dan melihat keunikan-keunikan di luar stadion. Tingkat kriminalitas yang tinggi membuat fotografer harus ekstra hati-hati saat memotret di tempat umum. Menenteng kamera DSLR mahal tidak dianjurkan di sebagian besar kota-kota di Brazil. Untuk menyiasati hal ini saya banyak menggunakan ponsel untuk memotret agar lebih leluasa dan meminimalisir resiko.

Di tengah citra dan kondisi keamanan Brazil yang memang rawan tindak kriminal, hajatan akbar dunia itupun tetap tampil meriah. Warna dan kegembiraan tampak sangat menyenangkan, bukan saja bagi pemain yang berlaga, tapi bagi semua penikmat bola. Karena sejatinya sepakbola adalah pesta.

sk18a
Dekorasi piala dunia di sebuah perkampungan di Manaus
sk15a
Sebuah mobil dengan warna khas Brazil di pinggiran jalan di Manaus
sk12a
Mural tampak di tembok-tembok sudut kota Manaus
sk11a
Warga memilih asesoris di sebuah kios dadakan di pinggiran jalan kota Manaus
sk19a
Seorang warga duduk di luar rumahnya di Manaus
sk16a
Suporter tim nasional Brazil menonton pertandingan di layar lebar FIFA fan fest, Manaus
sk17a
Seorang warga menarik troli di sebuah supermarket di Manaus
sk01a
Dekorasi piala dunia terlihat di pantai Ponta Negra, Manaus
sk03a
Anak-anak bermain bola di sungai Rio Negro, Amazon, Manaus
sk02a
Warga berkumpul di pantai Ponta Negra, Manaus
sk04a
Warga bersantai di pantai Ponta Negra menunggu siaran langsung pertandingan tim nasional Brazil

 

Mast Irham is a Jakarta based photojournalist, holding a communications degree, an education background which gives him a big interest on how to communicate and inform stories to others. Works as a photojournalist for European Pressphoto Agency (EPA) since 2004. Twitter: @mastirham – Instagram: @mastirham

 

About Mast Irham

Mast Irham has been doing photography since he was a student at Communication Study at Sebelas Maret University in Solo, Central Java. Before he finished his undergraduate study, he had joined Antara news agency as a contributing photographer. After graduation, he worked for Media Indonesia newspaper until 2004, when he was chosen as one of the participants of photojournalism workshop organized by World Press Photo and Asia Europe Foundation in Hanoi, Vietnam. He later joined European Pressphoto Agency (EPA) in August 2004. During the more than 10 years of his career, Irham has been covering politics, economy, disaster, and sport events both in Indonesia and abroad. Among his notable experience were covering earthquake and tsunami in Aceh, and Bali bombing. His foreign assignments include Aung San Suu Kyii release in Myanmar, Australian Open tennis tournament in Melbourne, Australia, and earthquake in Nepal, Brazil's World Cup. Irham is now EPA chief photographer for Indonesia.

Check Also

Permata Photojournalist Grant (PPG) VII: DREAMS OF MY CHILDHOOD | MIMPI MASA KECILKU

  Oleh: Reza Fitriyanto Setiap insan memiliki mimpi, tanpa memandang budaya, agama, ras maupun tingkat …

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.