Home / Featured / Twilight, an Ongoing Project

Twilight, an Ongoing Project

Twilight merupakan masa hampa, masa transisi diantara dua waktu dan dimensi. Siang menjadi malam, malam menjadi siang, terang menjadi gelap, hitam menjadi putih. Masa manusia beralih dari karakter ke karakter yang lain, dari peran satu ke peran yang lain. Masa dimana pekerja kantor berganti menjadi ayah dan suami, seorang ibu menjadi penyanyi dangdut, supir berganti peran menjadi seorang pacar serta jutaan transisi lainnya, yang akan terus berlangsung sampai dunia berhenti berputar.

Jalanan kota besar menyajikan fragmen-fragmen kecil ‘twilight’. Manusia-manusia pada saat mereka berganti peran, meninggalkan tempat kerja mereka untuk pulang ke ‘sarang’ masing-masing, mengganti agresifitas dan semangat berkompetisi dengan kasih sayang, meninggalkan sebuah dunia untuk memasuki dunia yang lain. Sebuah kumpulan karya kecil yang tidak akan pernah punya akhir karena transisi itu akan terus terjadi.

 

Download Here

Dita Alangkara was born in Yogyakarta, 15 January 1975. Learning photography since 1994. He began to pursue photography professionally as a freelance photographer in some foreign media between 1998-1999. After that he joined The Associated Press bureau in Jakarta until now. He also co-founder of www.seribukata.com

About 1000kata

1000kata adalah portal yang dikelola oleh 10 fotografer Indonesia, sebagai media alternatif untuk menampilkan karya, cerita, ide, opini, gagasan serta yang lainnya berkaitan dengan dunia fotografi. Mari berbagi.

Check Also

Pameran Foto ‘Mengkambinghitamkan Liyan di Asia Tenggara’ : Tidak Pernah Mudah Menjadi Berbeda.

  Menyambut ulang tahunnya ke-18 yang jatuh pada 8 Desember 2018, Yayasan Tifa bekerja sama …

8 comments

  1. I accept as true with all the aspects you could have supplied in the submit. There’re pretty begging all of which will undoubtedly do the job. Even now, a articles are extremely brief for novices. May possibly you please prolong these folks somewhat out of pursuing moment? Wanted posting.

  2. Memang istimewa foto2nya.
    Tema yg menarik, tapi masa transisi itu toh tak hanya berarti verbal.
    Pengembangannya bisa sangat menarik

  3. Baru kemarin lihat fotografernya saat Diskusi Foto Inklusif di Anugerah PFI 2011, karya yang luar biasa mas Dita Alangkara, ditunggu Twilight versi cetaknya.

    Aljon Ali Sagara | Bukan jurnalis cuma blogger foto

  4. menjadi inspirator dunia photojournalist. BRAVO

  5. Budi N.D. Dharmawan

    Saya sepakat dengan Wid di atas. Yang mau saya tanya juga buat mas Dita, adakah foto-foto yang tidak dipublikasikan AP di dalam seri ini? Artinya, foto yang disimpan sendiri. Atau semuanya dipilih dari foto-foto yang dipublikasikan? Salam! 🙂

  6. Sebagai ongoing project, menurut saya ini sangat menarik dan punya banyak potensial untuk bisa jadi lebih baik lagi. Satu hal yg saya cermati, kebanyakan foto yg ditampilkan sejauh ini sepertinya masih merupakan foto 'twilight' secara literal, yaitu foto-foto yang diambil di waktu senja (walau secara teknis memang sangat baik seperti kata Mas Ed). Menurut saya akan bisa jadi lebih menarik lagi ketika 'twilight' juga diartikan secara metafora (seperti juga sudah tertulis di teksnya), dengan mencari karakter-karakter ataupun scene-scene yang memang tengah mengalami sebuah pergantian/pergeseran peran di sebuah kota yg terus hidup 24/7.

    But still, thanks for sharing!

  7. Dewi Murtiningrum

    cool concept and talk…kweeerrreennn tulisannya….fotografinyapun yahuuddd….

  8. Saya jadi inget ucapan teman bahwa memotret malam adalah real photography, mungkin secara teknis artinya perlu kemampuan yang mumpuni untuk bermain-main dengan suasana malam, atau malam sendiri lebih menyajikan sebuah imajinasi…….Beruntung sekali dengan digital fotografi, memotret malam adalah suatu kegembiraan…karena kualitas yang dihasilkan nyaris sempurnya…..kalau dibandingkan dengan analog camera.

    Terima kasih Dita…telah berbagi tentang malam……

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.